Kamis, 17 November 2011

Membaca Cepat

Membaca cepat adalah kecakapan membaca dan memahami teks dalam tingkatan tinggi.
Rumus membaca cepat, membuat intisari bacaan, menulis surat resmi, dan kata ulang
Menemukan gagasan utama dari suatu bacaan dengan membaca cepat dan mengungkapkan serta membahasnya
Setiap orang mempunyai kecepatan dan kecerdasan yang berbeda-beda. Adakalanya mempunyai kecepatan membaca 150kpm (kata per menit). Ada juga yang 200-500 kpm. Semua itu dengan pemahaman 70%. Untuk menghitung kecepatan seseorang dalam membaca gunakan rumus dasar di bawah ini!
Rumus Membaca Cepat:
jumlah kata yang dibaca/jumlah detik yang dibaca x 60 = jumlah kpm
Misalnya: anda membaca 1.600 kata. Waktu yang digunakan 200 detik, maka kecepatannya
1600/200 x 60 = 8 x 60 = 480 kpm
Untuk menghitung jumlah kata dalam bacaan caranya hitunglah jumlah kata dalam lima baris. Jumlah kata dibagi lima. Hasilnya adalah rata-rata per baris. Kemudian hitunglah jumlah baris yang and abaca dan kalikan rata-rata. Misalnya:
Jumlah kata per baris rata-rata 10
Jumlah baris yang dibaca 60
Jumlah kata yang dibaca: 10 x 60 = 600 kata

Membaca cepat adalah kecakapan membaca dan memahami teks dalam tingkatan tinggi.

Rata-rata orang dengan pendidikan setingkat sekolah tinggi membaca sekitar 300 kata per menit, berarti bahan itu tidaklah bersifat teknis. Di sisi lain, pembaca cepat dapat membaca lebih dari 1000 kata per menit.

Pengukuran membaca cepat baru sangat berarti bila digabungkan dengan informasi seberapa tinggi pemahaman teks itu oleh pembacanya. Diketahui bahwa orang dengan kemampuan membaca cepat yang lebih tinggi juga memiliki pemahaman yang lebih tinggi. Malahan yang mengejutkan, seseorang biasanya memperbaiki pemahamannya seiring dengan kemampuan membaca cepatnya.

Ada beberapa faktor yang menghambat membaca cepat:

1. Kosakata yang kurang
2. Regresi - membaca kembali bahan yang sama secara berulang
3. Subvokalisasi - melafalkan kata di pikiran ketika membacanya
4. Persepsi yang salah - bisa karena gerakan mata yang salah atau masa persepsi yang lambat

Kebanyakan pembaca sambil lalu dapat meningkatkan keterampilan membacanya 2-3 kali dengan mempraktekkan membaca cepat.

Membaca Memindai adalah membaca untuk menemukan informasi secara cepat dan tepat biasanya sering dimanfaatkan untuk melihat jadwal pelajaran,mencari kata dalam kamus,dll

Bagaimana meningkatkan kecepatan membaca? Bila kemampuan membaca Anda dirasa kurang memadai, coba ikuti cara berikut.

1. Setiap kali membaca, jangan membaca kata demi kata. Biasakan membaca pada  kelompok- kelompok kata.
2.  Jangan mengulang-ulang kata atau kalimat yang telah dibaca. Jika ragu mengenai makna atau maksud kata tertentu, teruskan saja. Makna tersebut nanti akan ketemu dengan sendirinya.
3. Jangan selalu berhenti lama di awal baris atau kalimat. Ini akan memutuskan hubungan makna antarkalimat atau antarparagraf. Ini bisa membuat Anda lupa pada yang baru dibaca. Berhentilah agak lama di akhir bab, subbab, atau bila ada judul baru.
4. Cari kata-kata kunci yang menjadi tanda awal adanya gagasan utama sebuah kalimat.
5. Abaikan kata-kata tugas yang sifatnya berulang-ulang, misalnya yang, di, dari, pada, dll.
6. Jika bacaan berbentuk kolom kecil seperti surat kabar, arah gerak mata ke bawah atau vertikal.

Jika Anda membaca surat kabar, cara di atas bisa diterapkan. Tujuannya untuk mendapatkan sari berita atau informasi pokok saja. Setidaknya, untuk menemukan berita yang penting untuk dibaca. Bayangkan seandainya seluruh informasi di surat kabar dibaca perkata, apalagi jika tujuannya hanya untuk menemukan satu berita penting.(mencari alamat dan nomor telepone)

Di samping itu, membaca karya sastra (puisi atau cerita) dengan tujuan untuk meperoleh pemahaman komprehensif, tidak tepat jika menerapkan cara-cara membaca cepat. Memahami sebuah karya sastra justru dianjurkan membaca berulang-ulang agar diperoleh pemahaman yang mendalam.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar